Pages: [1]   Go Down
  Print  
Author Topic: Penyesuain Tarif PDAM Kota Denpasar  (Read 1718 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
emantin34
Administrator
Hero Member
*****
Offline Offline

Posts: 71


emantin34
View Profile WWW Email
« on: December 13, 2008, 10:10:33 PM »

Sumber : http://pdam.denpasarkota.go.id

Untuk mempercepat kinerja pelayanan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar menyesuaikan tarif pelayanan air minum. “ Tarif baru dikenakan untuk rekening bulan Nopember 2008 yang dibayar bulan Desember 2008 mendatang,” ujar Dirut PDAM Kota Denpasar Ir. Putu Gede Mahaputra, MM didampingi Ketua Tim Tarif Drs. Ketut Wedana, Senin 24 Nopember kemarin.

Menurutnya, rencana penyesuaian tarif telah disosialisasikan kepada pelanggan melalui surat dan menurunkan tim sosialisasi ke seluruh kecamatan. Dirut Ir. Putu Gede Mahaputra,MM mengakui penyesuaian tarif merupakan pilihan yang harus dilakukan agar kelangsungan kenerja PDAM bisa dipertahankan. Selama ini PDAM menjual air ke pelanggan dibawah biaya produksi sehingga harus disubsidi, akibatnya beban subsidi dan utang PDAM menumpuk hingga Rp. 113 Milyar. “Setelah hampir 9 (sembilan) tahun tidak pernah naik, baru kali ini dilakukan penyesuaian tarif”, jelasnya. Padahal biaya operasional meliputi BBM, Listrik, dan bahan – bahan kimia sudah berkali-kali mengalami kenaikan.

Pihaknya minta maaf karena harus menaikkan tarif ditengah perekonomian yang melemah. Mengingat Peraturan Menteri Keuangan No. 120/PMK.05/2008 mensyaratkan penghapusan utang diluar pokok senilai Rp. 65 Milyar hanya bisa dilakukan jika PDAM Kota Denpasar melakukan penyesuaian tarif sebelum Desember 2008. ”Untuk memenuhi ketentuan PMK tersebut, maka kenaikan tarif harus dilaksanakan sebelum Desember 2008 mendatang,” tegas Mahaputra.

Ditambahkannya, susuai PP No.16 Tahun 2005, penyesuaian tarif dilakukan untuk menutupi biaya produksi dengan keuntungan yang wajar. Meski begitu tarif kebutuhan dasar kalangan rumah tangga D1 – D2 (pelanggan terbanyak) mulai 10 – 30 m3 masih lebih rendah dibandingkan biaya produksi. ”Pemakaian sampai 10 m3 hanya Rp. 540 per meter kubik, padahal biaya produksi mencapai Rpl.630 per meter kubik,” ujar Mahaputra.

Ditegaskannya, subsidi diberikan pada tarif untuk kebutuhan pokok seperti minum dan masak. untuk itu pihaknya menghimbau masyarakat supaya menggunakan air bersih dengan hemat sehingga tak terlalu merasakan dampak kenaikan tarif ini.

Dengan tarif yang memenuhi cost recovery (biaya pemulihan), pihaknya siap meningkatkan pelayanan. ”Dengan tarif normal (non subsidi) pelayanan bisa dioptimalkan,” jelasnya. Misalnya dengan membuat sumur-sumur bor baru untuk mengatasi kelangkaan sumber air di Denpasar. ”Selain minim sumber air, mutu air baku sumber PDAM juga rendah sehingga memerlukan biaya lebih tinggi untuk proses produksinya, ” jelas Mahaputra.

Selama ini memang PDAM Kota Denpasar terkendala dalam meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. ” Bagaimana bisa meningkatkan pelayanan jika harus menjual air dibawah biaya produksi,” jelasnya.

Dibandingkan dengan beberapa PDAM di Bali, tarif yang dikenakan PDAM Kota Denpasar masih lebih rendah. ”Untuk di Bali tarif dasar kebutuhan pokok di RT (golongan D1 - D2) di Kota Denpasar masih terrendah,” ujarnya. Untuk itu pihaknya berharap masyarakat dapat mengerti pilihan untuk menaikkan tarif ini.
Logged

Suherman

Forum PDAM Indonesia Online
   

 Logged
Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  



Login with username, password and session length